Blogger Template by Blogcrowds

Tampilkan postingan dengan label Rendra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rendra. Tampilkan semua postingan

Yvonne de Fretes

Kenangan Pada Sabana

(Pro: Umbu Landu Paranggi)

Oleh: Rendra


pernahkah kita jumpa di sebuah jamuan di sana, bang?

entahlah,

begitu banyak yang tercecer dalam perjalanan

masa kecil yang sembunyi di kebun jagung

(yang kita makan dikala minus beras)

dan di padang luas

yang selalu kudekap kemana pergi



pulau yang terpuruk di selatan,

pulau Sumba,

dimana ringkik kuda dan lenguh sapi

tidak pernah ragu dalam menapak sepi

dan gersangnya padang dan bukit



sajakku ingin menebar di sabana itu, bang

mungkin kita memang pernah jumpa di sebuah jamuan di sana



kata sebuah suara "kau boleh meneruskan rasa rindu itu"

Tentang Mata Pula

Oleh: Rendra

Mata kejora! Mata kejora!

Mata kekasih dalam dekapan malam.

Dalam kehidupan yang penuh mata bisul,

mata hatiku meronta,

ditawan rangkaian mata rantai!

Sawah gersang tanpa mata bajak.

Mata gergaji merajalela di rimba raya.

Mata badik memburu mata uang.

Mata kail termangu tanpa umpan.

Dan mata sangkur menghunjam ke mata batin.

Mata kejora! Mata kejora!

Mata kekasih dalam dekapan malam.

Padang rumput terancam mata api.

Tetapi, kekasihku, di dalam kalbuku yang murung ini

engkaulah mata air pengharapan.

Tentang Mata

Oleh: Rendra

Aku merindukan mata bayi

setelah aku dikhianati mata durjana.

Aku merindukan mata hari

karena aku dikerumuni mata gelap.

Aku merindukan mata angin

karena aku disekap oleh mata merah saga.

Wahai, mata pisau! Mata pisau di mana-mana



Mata batin! Mata batin!

Hadirlah kamu!

Hadirlah kamu di saat yang rawan ini.

Wahai, mata batin!

Kedalaman yang tak terkira.

Keluasan yang tak terduga.

Harapan di tengah gebalau ancaman.

Postingan Lama Beranda